Menulis Puisi Asyik

 

Sebenarnya aku mulai suka menulis sejak masih Sekolah Dasar. Aku teringat saat itu aku masih kelas 6 waktu ikut lomba mengarang tingkat kabupaten.

Pak Anwar, guru kelasku membimbing selama beberapa hari menulis cerita pendek dengan tulisan tangan pada kertas folio bergaris. Rasanya sudah bahagia sekali bisa menulis cerita berlembar lembar di usia kanak kanak. Judul karanganku “Teman Bermainku Bersekolah Lagi” , yang berisi karangan fiksi tentang kisah seorang teman harus putus sekolah setelah orang tuanya meninggal. Karena karangan yang aku buat, kurang didukung dialog tokoh-tokohnya, aku harus puas dengan posisi juara Harapan 1, lumayanlah.

Semenjak itu aku semakin cinta menulis, tapi sayangnya aku kurang tertarik membaca. Dulu aku suka membaca majalah kanak kanak yang bergambar saja seperti Bobo, kawanku dan lain lain. Minat baca sama sekali tidak aku miliki. Yang aku sukai hanya membaca karya Puisi, selain tidak terlau panjang, juga bagiku indah dalam lariknya.

Dengan seringnya membaca karya puisi , akupun mulai suka menulis puisi.

Bagiku, dengan berpuisi apa yang ada dalam hatiku bisa diungkapkan. Baik perasaan bahagia, sedih,sakit, kecewa atau ingin meluapkan emosi atau amarah.

Aku teringat saat aku duduk di bangku SMP, aku juga disuruh membuat puisi dengan tema pahlawan yang akan dibaca di pentas acara HUT Kemerdekaan RI atau Agustusan. Dulu, belum ada google yang bisa berfungsi mencari contoh puisi untuk dibuat acuan menulis, pokoknya murni dari pikiranku saja dan mungkin hanya mengandalkan ingatan pelajaran sejarah atau IPS saja. Lucu juga he he

Secara sederhana aku mengartikan puisi itu sebagai tulisan yang berisi kata kata menarik, dalam baris dan bait didalamnya terkandung makna yang terkadang hanya penulisnya yang bisa menguarai maknanya. Bahkan ada lagi istilah sekarang yang juga puitis menggambarkan puisi dengan ungkapan “aku suka penulis puisi, karena dia tahu apa yang ada dalam hatiku walau aku belum mengungkapkan”.

Wah, keren ya.. kadang ABG yang lagi kasmaran sering menggunakan istilah ini ketika pujaan hatinya menulis kalimat puitis layaknya puisi. Ah, berbicara tentang puisi rasanya tak ada habisnya.

Saat sedih dan kecewa, perasaannya bisa menjadi epik dengan puisi, wow dahsyat juga ternyata jika benar benar dalam situasi sedih malah lahir sebuah puisi indah. Bagiku yang notabene masih amatiran menulis puisi, justru tantangan ada pada menulis puisi disaat sedih. Bisa dibayangkan dalam keadaan hati masih kalut, tidak bisa berdamai dengan keadaan, alam imajinasi mengajak berkelana kemana mana. Kemudian tercipta beberapa bait puisi, kalau menurutku luar biasa, dan biasanya setelah membaca puisinya akan tercipta puisi berikutnya. Rasanya tambah wow saja membahas puisi ini.

Oke, yuk lanjut ya..

Yang paling bergelora saat menulis puisi itu menurutku kalau membahas tentang cinta, rindu dan cemburu..ha ha. Eits tunggu sebentar ada lho contoh puisi ku tentang Rindu yang walau singkat tapi saat dibaca sangat terasa aromanya. Coba baca puisi berjudul RINDU YANG BEKU.

Tahu nggak, kalau nulis puisi itu pasti khayalan kita jadi kemana mana, tanpa kita merasa rindu pun, kita diajak berimajinasi menyatu dengan rasa rindu itu. Bahkan tiupan angin yang menusuk kulit bisa jadi kiasan rindu.

…hembusan angin yang kau kirim tanpa kupinta..

…mengingatkan akan janji setiamu…

…dinginnya merasuk hingga bekukan raga..

…menunggu temu yang tak jua tiba..

Ah, kalau diteruskan menjadi beberapa bait saja pasti indah puisinya.

Baik kawan, tulisan tentang puisi sampai disini dulu ya, biar gak bosen bacanya. Next aku akan uraikan juga tip tip menulis puisi, tunggu tulisanku berikutnya ya.

 

“TUGAS PELATIHAN MEMBUAT BLOG”

Aleepenaku.com




 


gambar dari tangkapan layar internet

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

DIKSI CiNTAKU

Sepuluh Juta

KURSUS BOGA, SKB AJA